Perawat Dalam Resusitasi Cairan Pada Luka Bakar Akut

Perawat Dalam Resusitasi Cairan Pada Luka Bakar Akut
Perawat Dalam Resusitasi Cairan Pada Luka Bakar Akut

NGOPI2019, Resusitasi cairan pada luka bakar akut  merupakan Memulai dan mempertahankan resusitasi cairan sesuai protokol luka bakar

TUJUAN

  1. Mencegah syok hipovolemik
  2. Mencegah komplikasi lebih lanjut

PERANGKAT ALAT

  1. Kemasan Steril -1
  2. Larutan antiseptic
  3. Xilokain injeksi
  4. Jarum sekali pakai no 20
  5. Cavafix
  6. set Vena seksi
  7. Cairan IV sesuai kebutuhan
  8. Set infus darah (untuk transfusi koloid hari kedua)
  9. Konektor 3 jalur dengan ekstensinya
  10. Mata pisau skalpel nomor 11

INSTRUKSI UMUM

  1. Bila pasien tidak dapat makan, puasakan pasien dengan aspirasi setiap 4 jam dan drainase yang menggantung
  2. Mulai terapi cairan dalam 1 jam setelah kejadian luka bakar berat
  3. Pertimbangkan tiga jenis cairan dalam menghitung kebutuhan pasien:
    • Koloid termasuk plasma dan plasma ekspander seperti dextran
    • Elektrolit seperti larutan fisiologis NaCl, larutan ringer
    • Larutan non elektrolit seperti air distilasi dengan dekstrosa 5%
  1. Penggantian gantian cairan yang diperlukan selama 48 jam pertama ditentukan oleh pemeriksaan faktor seperti:
    • Produksi urine
    • Kadar elektrolit serum
    • Hasil analisa gas darah
    • Tekanan Vena Sentral
    • Berat badan
    • Kadar hematokrit
    • Tingkat kesadaran
    • Tanda vital
  2. Pantai warna dan volume urine, produksi urine 30 sampai 50 ml. Per jam untuk pasien dewasa dan 15 ML per jam untuk bayi dianggap adekuat. Bila produksi urine berada di bawah nilai tersebut segera beritahukan dokter

PROSEDUR

  1. Tindakan keperawatan
    Jelaskan prosedurnya kepada pasien

Rasionalisasi
Mendapatkan kerja sama pasien

  1. Tindakan keperawatan
    Pasang Jalur I.V atau bantu melakukan vena seksi dan sambungkan cairan I.V sesuai rumus resusitasi cairan

    Rasionalisasi
    Menjaga homeostasis

  1. Tindakan Keperawatan
    Bantu mengambil sampel darah sambil memulai vena seksi

Rasionalisasi
Membantu pemeriksaan darah terkait hematokrit, elektrolit, bikarbonat, kreatinin, HIV, HbsAg, golongan darah dan crossmatch

  1. Tindakan keperawatan
    Cari tahu tanggal dan waktu kejadian luka bakar

Rasionalisasi
Membantu Perencanaan perhitungan cairan

  1. Tindakan keperawatan
    Periksa berat badan pasien

Rasionalisasi
Membantu menentukan jumlah cairan yang akan di infus

  1. Tindakan Keperawatan
    Pantau produksi urine

Rasionalisasi
Resusitasi yang adekuat ditentukan oleh produksi urine

  1. Tindakan keperawatan
    Lebih sering periksa tanda vital

Rasionalisasi
Menentukan resusitasi cairan yang adekuat

  1. Tindakan keperawatan
    Pantau EKG secara kontinyu

Rasionalisasi
Mengidentifikasi aritmia pada pasien cedera akibat aliran listrik bertegangan tinggi

PERHATIAN KHUSUS

  1. Bila pasien Luka bakar mengalami penundaan selama 2 jam untuk sampai ke UGD, waktu 2 jam tersebut harus diperhitungkan dalam perhitungan jumlah cairan yang dibutuhkan
  2. Dengan pengecualian untuk rumus Evans dan Brooke, selama 24 jam pertama tidak diberikan larutan koloid karena adanya perubahan integritas kapiler yang menyebabkan kebocoran cairan kaya protein kedalam ruang intersisial sehingga menambah edema
  3. Sangatlah penting untuk diingat bahwa semua rumus resusitasi cairan hanyalah panduan dan volume resusitasi cairan harus diatur sesuai respon fisiologis pasien
  4. Penilaian adekuat penggantian cairan paling baik menggunakan lebih dari satu parameter
  5. Rumus resusitasi cairan Brook yang dimodifikasi dan parkland digunakan secara luas dalam praktek klinis

(Baca Juga : Cara Perawat Melakukan Irigasi Telinga)

PENILAIAN PARAMETER RESUSITASI CAIRAN
  1. Produksi urine 30 sampai 50 ml per jam pada orang dewasa, 75 sampai 100 ml per jam untuk luka bakar listrik pada orang dewasa
  2. Faktor kardiopulmonal: Tekanan darah (sistolik lebih dari 90-100 emailmmHg), denyut nadi (kurang dari 120 kali/menit) pernafasan (16 sampai 20 kali per menit)
  3. Tekanan darah paling baik diukur dengan pemantauan arteri secara kontinyu. Pengukuran perifer seringkali tidak valid karena adanya vasokonstriksi dan edema
  4. Sensorium : Sadar dan mempunyai orientasi yang baik terhadap waktu, tempat dan orang