Perawat Dalam Membantu Terapi Hipnosis

Perawat Dalam Membantu Terapi Hipnosis
Perawat Dalam Membantu Terapi Hipnosis

Terapi hipnosis definisi kondisi kedekatan interpersonal yang intens dan sensitif antara ahli hipnotis dengan pasien yang ditandai oleh keadaan konsentrasi yang memberi perhatian, menerima dengan mempertahankan kesadaran perifer secara relatif.

Pada kondisi terhipnotis, pasien mengalami konsentrasi fokal dan daya penerimaan yang tinggi terhadap sugesti orang lain.

TUJUAN

  1. Untuk pemeriksaan psikologis, misalnya : untuk mencari tahu penyebab konflik dan masalah dan untuk mengingat kembali peristiwa hidup yang mungkin bermakna secara emosional bagi pasien
  2. Membuka pengalaman masa lampau (untuk mengingat kembali memori yang ditekan)
  3. Memahami dinamika alur atau perilaku tidak sadar
  4. Memodifikasi gejala dan perilaku
  5. Mengobati manifestasi psikosomatik
  6. Mengontrol kebiasaan-kebiasaan seperti makan berlebihan dan merokok
  7. Sebagai tambahan terhadap bentuk terapi lain

INDIKASI

  1. Histeria
  2. Neurosis kecemasan
  3. Depresi
  4. Gangguan psikosomatik, misal : asma, eksema, ulkus peptikum, kolitis ulseratif
  5. Spasme, kedutaan, dan gagap habitual
  6. Kehamilan dan persalinan : untuk menginduksi anestesi dan relaksasi selama persalinan
  7. Memulihkan memori yang hilang
  8. Gangguan fungsional pada anak-anak, misal : enuresis, nocturnal, fobia
  9. Insomnia, tidak mau bicara, penyalahgunaan zat
  10. Gangguan makan, misal : obesitas, anoreksia nervosa
  11. Gejala konversi
  12. Kebiasaan neurotik, misal: fobia, sindroma nyeri

KONTRAINDIKASI

  1. Kepribadian histerik. Pasien seperti ini dapat mengalami kondisi hipnotis yang ireversibel
  2. Skizofrenia
  3. Kondisi paranoid
  4. Depresi psikotik
  5. Kondisi obsesif

PROSEDUR

No Tindakan keperawatan Rasionalisasi
1 Jelaskan pada pasien arti hipnosis dan manfaat efek terapeutiknya Pasien memahami bahwa ini merupakan suatu kondisi relaksasi dimana area kesadarannya akan dipersempit dan dalam keadaan tersebut, sugestif akan jauh lebih efektif
2 Minta izin tertulis dari pasien Pasien menyetujui pelaksanaan prosedur ini setelah mendapatkan informasi yang cukup
3 Instruksikan pasien untuk duduk dengan nyaman dikursi atau berbaring di sofa dan merelaksasikan semua otot Mendapatkan relaksasi yang utuh
4 Terapis menginstruksikan pasien untuk memfiksasikan pandangannya pada titik atau objek tertentu seperti kunci atau lampu di ruangan Menjadi fokus pada satu objek dan menghindari pengalihan perhatian
5 Terapis memberikan sugesti bahwa kelopak mata pasien akan semakin berat dan menutup dan rasa lelah akan melewati kepala dan mengalir turun keseluruh tubuh Merelaksasikan seluruh tubuh sesuai sugesti terapis
6 Terapis meneruskan sugestinya dan berulang kali memberitahu pasien bahwa matanya akan menutup Pasien berelaksasi dengan baik, menerima sugesti dan mengatur pola  napas seperti ketika tertidur
7 Ketika pasien sudah terhipnotis, terapis menghidupkan kembali memori yang di tekan dan memberikan sugesti terapeutik Pasien mudah menerima sugesti dalam kondisi terhipnotis
8 Setelah periode trans hipnotik, ahli hipnotis memberitahukan pasien bahwa ia akan terbangun dari tidurnya dengan signal tertentu, misal : hitungan sampai angka lima Pasien terbangun dari tidurnya lewat signal yang diberikan oleh ahli hipnotis
9 Setelah terapi hipnotis yang berhasil, biasanya terapi ini akan diulang beberapa kali Pada pengulangan berikutnya, pasien akan lebih mudah masuk kedalam kondisi trans dengan waktu yang lebih singkat

 

FAKTOR YANG TERLIBAT DALAM HIPNOSIS
  1. `Absorpsi : pasien yang terhipnotis tersedot kedalam kondisi transnya dengan kuat
  2. Disosiasi : beberapa peristiwa rutin yang normal menjadi sesuatu yang aneh
  3. Sugestibilitas : pada kondisi terhipnotis pasien menunjukkan tendensi untuk menerima instruksi tanpa perlawanan, menangguhkan fungsi penyuntingan secara sadar
EFEK HIPNOSIS

Melalui sugesti posthipnotik, gejala dari penyakit tertentu menjadi hilang, misal : napas menjadi mudah pada pasien asma

  1. Reaktivasi memori
  2. Memori yang ditekan dapat dibawa kembali ke alam sadar
  3. Dapat membangkitkan peristiwa halusinasi

(Baca Juga : Perawat Dalam Membantu Endoskopi Kolangiopankreatografi Retrograd (ERCP))

KELEMAHAN HIPNOTISME
  1. Pasien yang tidak ingin dihipnotis dan tidak mau bekerjasama tidak dapat dihipnotis
  2. Hipnotis tidak dapat menembus cukup dalam untuk menyingkirkan tekanan dalam diri pasien
KEWASPADAAN YANG HARUS DIIKUTI
  1. Hipnosis harus digunakan bersama dengan penilain klinis yang baik pada pengaturan yang diarahkan untuk mencapai suatu tujuan
  2. Terapis/klinisi harus dilatih secara adekuat mengenai teknik rekonstruktif, psikoterapeutik, dan psikodinamika intervensi untuk menghindari kesalahan dalam penilaian secara kritis