Perawat Dalam Membantu Endoskopi Kolangiopankreatografi Retrograd (ERCP)

Endoskop fiberoptik yang dimasukkan ke dalam duodenum
Endoskop fiberoptik yang dimasukkan ke dalam duodenum

Visualisasi endoskopik dari saluran empedu gabungan, pankreas dan hati menggunakan endoskop fiberoptik fleksibel yang di masukkan ke dalam esofagus dan terus melewati lambung dan duodenum, lalu masuk ke dalam duktus koledokus dan duktus pankreatikus. Prosedur ini dilakukan di departemen endoskopi

TUJUAN

  1. Mendiagnosa obstruksi pada cabang-cabang kolangiopankreatikus
  2. Mendeteksi obstruksi biliar ekstrahepatik
  3. Mendiagnosa penyakit pankreas
  4. Menentukan penyebab dan tingkat patologi pada obstruksi biliar
  5. Mengevaluasi kondisi sumbatan pre dan pasca operasi

PERANGKAT ALAT

  1. Duodenoskop kamera samping
  2. Kateter ERCP
  3. Meja rontgen kompatibel
  4. Bahan kontras
PROSEDUR
No Tindakan Keperawatan Rasionalisasi
1 Jelaskan prosedurnya pada pasien dan pastikan surat izin tertulis telah ditandatangani pasien. Jelaskan pula apa yang harus dilakukan pasien Meredakan kecemasan dan mendapatkan kerjasama pasien
2 Pastikan ada tidak nya alergi terhadap iodin dan makanan laut Bahan kontras biasanya mengandung iodine
3 Jelaskan kepada pasien bahwa ia akan merasakan sensasi agak hangat selama pemberian bahan konstras Mempersiapkan pasien untuk pelaksanaan prosedur
4 Instruksikan pasien untuk puasa selama paling sedikit 4-6 jam sebelum pelaksanaan prosedur Mencegah aspirasi selama pelaksanaan prosedur
5 Pastikan gigi palsu sudah dilepas Mencegah kemungkinan gigi palsu terlepas dan menyumbat saluran napas
6 Pantau tanda vital dan pantau tingkat kesadaran serta toleransi terhadap prosedur Mendapatkan data awal untuk dibandingkan nantinya
7 Berikan antibiotik sesuai instruksi Berfungsi sebagai profilaksis terhadap infeksi pasca prosedur
8 Berikan sedative, glucagon atau anti-kolinergik sesuai instruksi Glucagon menghentikan peristaltik duodenum. Antikolinergik mengurangi sekresi saliva. Sedative mengurangi kecemasan dan membantu pasien untuk relaks
9 Semprot tenggorokan dengan silokain atau instruksikan pasien untuk berkumur dan menguyah obat anestesi lokal Mengurangi reflex muntah
10 Posisikan pasien setengah bersandar ke kiri dan beritahukan bahwa beberapa perubahan posisi diperlukan selama pelaksanaan prosedur Memudahkan pemasukan endoskop dan memungkinkan visualisasi radiografik yang efektif
11 Pantau pasien terkait ada tidaknya efek buruk pemberian obat seperti depresi napas, depresi system saraf pusat, hipotensi, muntah. Pantau pemberian cairan I.V. selama pelaksanaan prosedur dan bantu mengubah posisi pasien sesuai kebutuhan Sedatif dapat menimbulkan efek samping seperti , depresi napas, depresi sistem saraf pusat, hipotensi, muntah. Perubahan posisi mungkin diperlukan untuk visualisasi radiografik
12 Catat kejadian muntah, gangguan pernapasan, reaksi vasovagal atau diaforesis
13 Catat semua obat yang diberikan, stent yang dipasang dan pengambilan biopsi pada catatan perawat Sebagai alat komunikasi di antara para pekerja medis
14 Catat cairan yang diberikan, teknik yang digunakan dan kondisi pasien pada akhir prosedur Membantu mengidentifikasi toleransi pasien terhadap prosedur

 

PERAWATAN PASCA PROSEDUR

  1. Pantau tanda vital dan tingkat kesadaran
  2. Posisikan pasien untuk mencegah aspirasi dan kirim pasien ke ruang pemulihan
  3. Pantau dan laporkan distensi abdomen dan tanda perforasi, perdarahan saluran pencernaan atau tanda pancreatitis seperti mengigil, demam, nyeri, muntah, takikardi dan beritahu dokter segera
  4. Tetap puasakan sampai reflex muntah kembali muncul. Periksa refleks muntah dengan memberikan tekanan ringan menggunakan spatel lidah pada bagian belakang lidah
  5. Berikan instruksi lisan dan tertulis kepada pasien dan keluarganya terkait diet, obat, aktivitas, dan komplikasi yang mungkin terjadi
  6. Instruksikan pasien untuk minum cukup air setelah pemberian kontras
  7. Peringatkan pasien bahwa mungkin aka nada perasaan tidak nyaman ketika berkemih saat bahan kontras diekresi

(Baca Juga : Perawat Dalam Melakukan Perawatan Trakeostomi)

KOMPLIKASI

  1. Pankreatitis
  2. Efusi pleura
  3. Perdarahan saluran pencernaan akibat perforasi esofagus pada daerah servikal

PERHATIAN KHUSUS

  1. Perforasi esofagus pada daerah servikal ditandai oleh adanya nyeri leher atau tenggorokan, perasaan ditekan, disfagia, atau krepitasi di sekitar area leher
  2. Nyeri epigastrium atau bahu bisa merupakan akibat dari perforasi esofagus
  3. Evaluasi ada tidaknya sianosis, sesak dan efusi pleura sebagai akibat dari perforasi yang mengganggu sistem pernapasan